Dalam menjalani perselingkuhan, Anda harus memahami filosofi 4 Sehat 5 Sempurna perselingkuhan, sebagai berikut:
1. Pasangan hidup Anda haruslah tidak mengetahui perselingkuhan Anda.
Pasangan hidup maksudnya adalah istri atau suami atau pacar Anda. Gak seru kalau pasangan hidup Anda mengendus perselingkuhan Anda. Itu namanya bukan lagi perselingkuhan, tapi penyelewengan atau lainnya lah ...
2. Pasangan selingkuh Anda haruslah menyadari sedang berselingkuh dengan Anda
Pasangan selingkuh maksudnya teman dekat Anda itu lho yang bukan pasang hidup Anda. Jika pasangan Anda tidak menyadari perselingkuhan dengan Anda, itu namanya bertepuk sebelah tangan. Atau mungkin Anda hanya berkhayal ... gak bisa dibilang berselingkuh lah ...
3. Pasangan hidup Anda harus lebih berbahagia dari kehidupan sebelumnya minimal tidak menjadi lebih susah.
Ya, Anda harus fair, gak bisa dong hanya memberikan kesenangan ke pasangan selingkuh Anda saja. Anda haruslah Adil ... Bahkan harusnya berterima kasih kepada pasangan hidup Anda yang telah memberi kesempatan dan kepercayaan kepada Anda untuk secara tidak langsung "mengijinkan" berselingkuh alias mencicipi dunia lain.
4. Pasangan selingkuh Anda haruslah menikmati kedua kehidupannya baik dengan Anda maupun pasangan hidupnya.
Ya, Anda harus juga memastikan bahwa pasangan hidup Anda tidak merusak kehidupannya sendiri. Hal ini tentu akan merusak indahnya perselingkuhan Anda, bahkan mungkin merusak keluarga Anda berdua. Itu bukanlah inti indahnya perselingkuhan.
5. Anda sendiri haruslah berbahagia menikmati dan menjalani hidup bersama keduanya.
Ya, tidak sekedar bahagia menikmati perselingkuhan, bahkan seharusnya perselingkuhan mampu meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas Anda, termasuk menikmati "takut ketahuan" lho. Bagaimana tidak meningkat kualitas hidup, lha wong setiap ke kantor, yang merupakan ladang perselingkuhan, kita happy alias enggak bete. Bukan workaholic tapi memang ada maunya sih .... Well, Sempurnalah hidup Anda.
Ya, selingkuh memang harus diartikan sebagai selingan indah keluarga utuh ... berani mencoba ?